Mentari lahirkan malam,
dan tenggelam
Di sudut sunyi malam,
di antara hati remuk redam,
dan luka-luka makin lebam
Mengulang waktu yang tak mengenal ragu
Mengais rindu dalam lautan nafsu
.
.
Dan sekarang,
kebenaran milikku seorang
Dan kepalsuan terus terngiang,
dan dosa-dosa tak henti membayang
.
.
Malam yang abadi,
kapan kan berganti?
Dan waktuku perlahan menghampiri,
dan terdengar suara-suara hati,
yang tak henti pekikkan kesalahan diri,
yang terus mengalir sampai akhir matahari
.
.
~created by UpHie~
.
.
puisi ini bukan milikku…q cuma meng-upload doang…dah ijin yang punya kok…
punya siapa ?? puisi yang bagus ku add ya di forum cerpen & puisi biar bisa jadi penulis online. Sayang bakat kalian sebenernya bisa jadi uang lho (Rp..Rp..)
@novra:
gimana bikinnya? aku tipe orang gak mau repot=_=
berdoa di malam sunyi
diterangi cahaya ilahi
memohon restu rizki
ya plis…..